. Ndi …

They may forget Ur Good deeds, Just do Good…

Berpikir Positif

with 2 comments

Seorang sarjana meneliti 50 orang yang berusia sampai seratus tahun. Yang diteliti adalah apa yang menyebabkan mereka dapat hidup sepanjang itu. Jawabnya adalah :
1. Mereka selalu sibuk setiap hari
2. Mereka tidak memaksa-maksa diri dalam hidup ini (tidak ngoyo kata orang jawa)
3. Mereka menghayati hidup ini dengan gembira
4. Mereka tidak tidur larut malam, dan bangun pagi-pagi sekali
5. Mereka tak pernah bersusah hati atau merasa cemas, dan tidak takut apabila kematian datang
6. Batin mereka tentram dan mereka percaya kepada Tuhan.

Tentu saja ada faktor lain, seperti kebiasaan makan yang sehat, tempat tinggal yang sehat, dan olahraga.
Tetapi, yang disebutkan di atas adalah sikap mental yang mendasari orang sehingga dapat bertahan hidup begitu lama. Hal yang menarik adalah mereka untuk hidup selalu gembira dan menghindarkan diri dari bersusah hati dan cemas. Inilah penyakit jiwa yang rata-rata kita miliki. Orang cemas memikirkan anaknya yang belum tentu diterima di sekolah yang baik. Cemas memikirkan kedudukannya yang mungkin tak akan lama bertahan. Cemas karena takut jatuh sakit.

Hidup dengan gembira dan membuang jauh-jauh rasa susah adalah sikap hidup yang disebut ‘berpikir positif’. Berpikir positif adalah bersikap optimis, percaya diri, berani, jujur, dan takwa. Orang yang benar-benar baik hatinya selalu tampak cerah dan gembira. Suka humor. Ringan gerak. Bergairah dalam menjalani hidup. Lincah. Selalu membangkitkan rasa gembira pada orang lain.

Kalau isi pikiran kita baik, hasilnya akan baik. Kalau sikap kita pesimis, hasilnya kegagalan. Kalau kita yakin, maka apa yang kita yakini ada kemungkinan besar akan terjadi. Optimisme memberikan kegairahan kerja. Pesimisme menurunkan daya kerja. Pernah orang bertanya kepada seorang teman, mengapa di tengah kegiatannya yang padat itu ia masih sempat menulis dan mementaskan pertunjukan? Jawabannya adalah : apabila ada suatu tugas, segera kerjakan pada kesempatan pertama. Sebab, kalau engkau menunggu-nunggu sampai ada waktu luang untuk mengerjakannya, maka pekerjaan itu tak akan pernah mulai digarap, apalagi diselesaikan. Jangan bermalas-malasan. Sibukkan diri sendiri. Tetapi, jangan pula memaksakan diri. Kerjakan saja semampunya.

Membiasakan hidup gembira dan penuh harapan memang sulit. Namun, kalau kita ingin hidup tentram,
sikap semacam ini perlu dimiliki. Jangan mengeluh. Jangan mengeluh. Dan jangan mengeluh. Mengeluh itu pesimisme dan sikap tidak berdaya. Ini tak akan menyelesaikan apa-apa. Orang yang suka mengeluh adalah orang pemurung, pencuriga, tidak mempercayai orang lain. Sebaliknya, orang yang optimistik adalah orang yang percaya diri, gembira, sibuk, terbuka, penolong, tentram hatinya, dan sehat. Awet muda, panjang usia. Barangkali jiwanya tetap muda, meskipun jasmaninya tak kuasa menahan gigitan waktu.

Written by ndi

June 7, 2008 at 7:27 pm

Posted in What's On

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. “apabila ada suatu tugas, segera kerjakan pada kesempatan pertama. Sebab, kalau engkau menunggu-nunggu sampai ada waktu luang untuk mengerjakannya, maka pekerjaan itu tak akan pernah mulai digarap, apalagi diselesaikan. Jangan bermalas-malasan. Sibukkan diri sendiri.”

    pas banget buat saya yang hobi menunda-nunda pekerjaan. thanks ya… salam kenal.

    novi

    July 11, 2008 at 2:21 am

  2. yup, setuju deh ma kamu..
    salam kenal juga ya..

    ndi

    August 16, 2008 at 7:10 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: