. Ndi …

They may forget Ur Good deeds, Just do Good…

Sekilas rangkumanku

leave a comment »

– Semua itu lahir sebagai akibat dari pada watak, naluri dan tabiat manusia yang karena jenuh dengan menghadapi masalah-masalah yang menuntut kesungguhan hati, kelelahan bathin serta kemuraman wajah, lalu melepaskan diri dari kemelut yang demikian itu dengan mencari hiburan hati dan kegembiraan kalbu.

– Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksakan dengan memikul beban yang berat, ia akan menjadi buta.

– Waktu dan jaman yang terus berputar dapat mengatasi dan menyelesaikan segala kesulitan yang dihadapai manusia. sesungguhnya, persoalannya hanyalah masalah waktu belaka.

– Dan Allah SWT pun memberikan petunjuk obat untuk menghilangkan kesedihan manusia, yaitu dengan tafakkur kepada-Nya.

– Fungsi ketawa :
ketawa hendaknyalah merupakan suatu cara kita menyatukan hati untuk tujuan cinta dan kasih sayang serta memperbaharui semangat dan telaah jiwa kita di dalam menghadapi perjuangan hidup yang penuh gejolak, yang penuh pasang surut dan pahit getirnya dan sekaligus sebagai perwujudan sikap tahmid kita atas segala macam kenikmatan yang begitu banyak, yang telah di limpahkan Allah SWT kepada kita.

– Ketawa merupakan getaran suara manusia yang lebih disukai oleh Allah SWT dari pada keluhan yang timbul sebagai penampilan rasa ketakutan dan kelemahan jiwa di dalam menghadapi segala macam tantangan dan cobaan di dalam hidup dan kehidupan kita ini.

– Berbeda dengan kesulitan, kesusahan serta kesedihan yang mencekam orang dalam kemurungan, kegelapan hati, keputus-asaan dan menjadikan orang yang bersangkutan hanya menatap sambil berpangku tangan tentu tanpa mampu merubah dirinya.

– “The greatest battles of life is fight daily in the silent chamber of soul”. (David O. Mackay)
Peperangan paling dahsyat dalam kehidupan adalah pertarungan setiap hari dalam relung-relung sunyi jiwa.

– From Buya Hamka (“Blessing in Diguise”)
Spiritual Quotient (Kecerdasan Spiritual)
Yang ditandai oleh kemampuan untuk menemukan makna dibalik suatu peristiwa.

Written by ndi

June 7, 2008 at 7:45 pm

Posted in Religi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: