. Ndi …

They may forget Ur Good deeds, Just do Good…

Archive for the ‘What’s On’ Category

Ada buruknya, Ada baiknya

leave a comment »

Tulisan ini dibuat setelah saya baca tulisan di blog temen, cuma saya ingin menambahkan saja karena ada beberapa hal yang saya kira juga cocot eh cocok dengan situasi yang terjadi.
Bagi yang sudah bekerja entah bekerja di bidang apa tentunya ada suka dukanya. Menurut saya dunia kerja yang sesuai dengan apa yang diinginkan tentunya akan banyak sukanya dibanding dukanya.

“Dunia kerja memang enjoy dan menyenangkan bagi saya, bisa fokus dan memang benar-benar fokus mana yang harus dikerjakan dan mana yang harus dipelajari. Entah kenapa semua pekerjaan yang dikerjakan merupakan kerjaan borongan, semuanya asal jadi, asal pakai, asal hidup tapi tidak sampai asal-asalan. Kenapa saya tidak berpikir membuat desain sistem dan perencanaan yang matang untuk pengerjaan sistem tersebut.
Kenapa sebagian orang berpikir “instant” dan tidak pernah berpikir “process”, segalanya siap saji, siap pakai,siap coba dan selalu siap. Gelap deh.. “.

Semuanya terkesan terburu-buru dan harus jadi seperti yang diminta. Seperti kata temen “pasal 1 : bahwa bos tidak pernah salah”.
Kenapa tidak ada rencana sebelumnya sehingga waktu pengerjaan jadi lebih tertata dan hasilnya bisa dimaksimalkan.

Mungkin ini berhubungan dengan segala bidang pekerjaan, namun saya sendiri memfokuskan tulisan pada bidang IT. Karena kebetulan pekerjaan saya ya ga jauh-jauh dari dunia IT.

Written by ndi

June 27, 2009 at 4:29 pm

Posted in Religi, What's On

Menjadi Jenius seperti Leonardo da Vinci – Michael J. Gelb

leave a comment »

Bagian pertama
——————-
Otak anda jauh lebih hebat daripada yang anda duga. Otak kita itu :
– lebih luwes dan bersifat multidimensi ketimbang komputer super manapun juga
– mampu mempelajari tujuh fakta perdetik, untuk setiap detik, sepanjang hidup kita dan masih punya banyak tempat untuk dipakai belajar banyak hal lagi.
– akan membaik seiring dengan usia apabila kita menggunakannya sebagaiamana mestinya
– bukan hanya di kepala kita
– bersifat unik
– praktis mampu melakukan jumlah sambungan sinaps maupun kemungkinan pola pikir yang tidak terbatas

“Surga kadang-kadang mengirimkan kepada kita orang-orang yang bukan saja mewakili umat manusia itu sendiri, sehingga dengan menjadikan mereka tokoh panutan dan meniru mereka, pikiran kita dan bagian terbaik kecerdasan kita dapat mendekati yang tertinggi itu. Pengalaman menunjukkan bahwa orang-orang yang didorong untuk mempelajari dan mengikuti jejak-jejak para jenius menakjubkan ini, bahkan andaikata alam memberikan mereka sedikit saja bantuan atau tidak memberi bantuan sama sekali, sekurang-kurangnya dapat mendekati karya adikodrati yang berperan serta dalam keilahiannya.”

Ketujuh prinsip Da Vinci itu adalah :
1. Curiosita – Pendekatan berupa keingintahuan yang tak terpuaskan dan upaya pencarian tak kenal lelah untuk belajar tanpa henti
2. Dimostrazione – Niat teguh untuk menguji pengetahuan melalui pengalaman, ketekunan, dan kesedian untuk belajar dari kesalahan
3. Sensazione – Penajaman indera secara terus-menerus, terutama penglihatan, sebagai sarana untuk menghidupkan pengalaman
4. Sfumato – Kesediaan untuk menerima ambiguitas, paradoks, dan ketidakpastian
5. Arte/Scienza – Pengembangan keseimbangan antara ilmu dan seni, logika dan imajinasi
6. Corporalita – Pemupukan kanggunan, ketrampilan dua tangan, kebugaran, dan sikap tubuh yang benar
7. Connessione – Pengakuan dan penghargaan terhadap keterkaitan semua hal dan fenomena. Pemikiran sistemik.

Curiosita – Usaha untuk terus-menerus belajar, menduduki tempat pertama karena hasrat utnuk mengetahui, untuk belajar, dan untuk tumbuh merupakan pusat tenaga pengetahuan, kebijaksanaan, dan penemuan.
Apabila kita berminat pada pemikiran bebas dan membebaskan pikiran kita dari kebiasaan-kebiasaan dan peranggapa-peranggapan yang membatasi, maka kita berada pada jalur menuju prinsip yang kedua : Dimostrazione. Dalam upaya mencari kebenaran, Da Vinci selalu memepertanyakan kebijakan konvensional. Ia menggunakan kata dimostrazione untuk megungkapkan pentingnya belajar sendiri, melalaui pengalaman praktis.

“Semakin tinggi kepekaan, semakin besar pula penderitaan… banyak penderitaan.”

Written by ndi

December 24, 2008 at 8:34 am

Posted in What's On

When My Job Went To India…..

leave a comment »

Sebuah buku yang sangat menarik, karangan Chad Fowler (apanya Martin Fowler ya?), yang akan menjelaskan mengapa India menjadi pusat pengembangan software sampai sekarang. Dari awal membaca sampai halaman banyak cerita menarik yang membuat saya tersenyum dan juga berfikir, mengapa orang-orang India bisa merebut pangsa pasar pembuatan software di dunia. Sehingga proyek-proyek IT Amerika dan Eropa lari ke India.

Halaman-halaman pertama banyak cerita tentang keadaan kota Bangalore (Silicon Valley-nya India) yang sangat tidak mencerminkan sebuah kota dengan tekonologi tinggi. Arus lalu lintas yang semprawut, dan polusi tinggi. Dia melihat sebuah jurang perbedaan yang sangat kontras disana. Ada anak-anak yang bertelanjang dada yang sedang bermain ditempat yang kotor dengan latar belakang logo Yahoo. Atau melihat gerobak dengan log logo Novell di depan dan Sun Microsystem dibelakangnnya.Kalo dilihat dari kondisinya sebenarnya kita tidak kalah dengan India(semprawutnya!!….)

Chad Fowler datang ke India dalam rangka membentuk tim untuk mengembangkan sistem baru di perusahaannya. Dia harus merekrut 25 programmer untuk mengembangkannya. Yang mengejutkan dia menerima 30,000 lamaran dari posisi yang dibukanya. Sungguh fantastis! Saya pernah membaca di salah satu edisi majalah eWeek, sebenarnya lulusan PT mereka tidak semuanya siap pakai. Tetapi rata-rata perusahaan IT di India mempunyai system bagus untuk pengambangan sumber daya mereka. Mereka. Tetapi dengan system mentoring yang bagus mereka berhasil mencetak tenaga-tenga IT yang handal.

Di buku ini Chad Fowler memberikan tip-tip agar job tidak lari ke India (kita perlu tahu juga agar larinya ke Indonesia –J). Secara garis besar ada 4 langkah yaitu Choosing Your Market,Investing in Your Product, Executing dan terakhir Market!, semua dijelaskan dengan baik oleh Chad Fowler dan dijabarkan menjadi 52 point. Kapan-kapan saya bahas ide-ide menarik Chad dalam bukunya. Saya harapkan suatu saat Chad Fowler akan mengarang buku juga dengan judul When My Job Went To Indonesia….semoga.

(Dikutip dari http://pristobenk.wordpress.com/)

Written by ndi

August 20, 2008 at 2:28 pm

Posted in What's On

Bill Gates After…

leave a comment »

Bill Gates akan segera mundur dari perusahannya, Gates akan meninggalkan tugas-tugasnya di Microsoft menjelang Juli 2008 nanti (sumber http://www.detikinet.com) Dia beserta istrinya akan fokus di yayasan sosial. Bidang pendidikan dan kesehatan rupanya akan lebih menarik baginya.

Salut buat Pak Bill Gates! Saya semakin menyadari mengapa Bill Gates mampu membuat Microsoft menjadi raksasa. Kecerdasan emosinya lah tidak dipunyai oleh-oleh pesaingnya2. Dia mampu memahami pasar,memahami kebutuhan user,melihat peluang dan yang paling hebat menurut saya adalah kemampuan mengantisipasi persaingan yang ada.Dan dia sekarang tahu kapan harus mengakhirinya.

Kita lihat saja product-productnya dari Windows 3.1. Orang-orang melihatnya sebagai product yang cacat/gagal. Tapi nyatanya tetap laku dipasaran. Kemudian diperbaiki lagi di Windows 95 yang fenomenal. dari waktu itu hingga sekarang telah merajai pasaran OS.

Lihat lagi SQL Server. Pada waktu itu, siapa sih yang mau melirik SQL Server dibandingkan Oracle.tapi product ini tetap diperbaiki hingga katanya orang2 yg dulu suka pakai oracle( diplesetakan ORA KELAR-KELAR (tidak selesai-selesai,jawa-red).Terlalu banyak yang harus di maintenance katanya.

Kita lihat saja kemudian Visual Basic. Coba tanyakan kepada programmer Delphi atau C++ atau Java atau lainya.Coba tanya pendapatnya? Ada yang bilang kurang canggih, tidak object oriented lah,kurang powerfull,miskin object dan lain sebagainya. Tapi kemudian lihat kenyataannya, Visual Basic adalah salah satu bahasa atau Tools yang palng sukses di pasaran.

Mungin sekarang Internet Explorer kalah pamor dengan Mozilla Firefox, atau MSN yang tidak ada apa-apanya dengan Google. Dengan cara yang tidak pernah berhenti berinovasi plus dukungan keuangan yang besar tidak memungkiankannya kedua product tadi akan menggeser MozillaFirefox dan MSN.

Cerita berikut ini bukan Bill Gates setelah mundur dari perusahaannya.

Para mailaikat sedang bingung mau dimasukan kemana si Bill Gates ini. Apakah ke sorga atau neraka. Dilain pihak Bill Gates adalah seorang dermawan. Melalui yayasannya, dia telah membantu pendidikan untuk orang-orang yg tidak mampu diseluruh dunia. Melakukan kegiatan-kegiatan kesehatan. Asal tahu saja,katanya sumbangan Microsoft ke Aceh melebihi dari sumbangan pemerintan AS sendiri!.

Tetapi dilain dia melakukan monopoli dai bisnisnya. Akhirnya diputuskan agar Bill Gates untuk memilih sendiri mau masuk kemana.
kata malaikat,

“Bill, Silahkan Anda tentukan sendiri. Mau masuk ke sorga atau neraka”

“OK,tapi saya mau lihat dulu. Sorga bagaimana dan neraka bagaimana”Kata Bill Gates

akhirnya Bill Gates diperlihatkan 2 layar monitor besar. yang satu menggambarkan surga dan yang satu lagi menggambarkan neraka.di sorga digambarkan sebagai tempat yang tenang.Dengan suasana rindang.ada gemericik air.ada suara-suara burung. Sedangkandineraka adalah sebagi tempat yang meriah. lampu warna-warni.

“wah,kalo disurga saya kesepian nih.. mending saya pilih neraka saja. Malaikat! saya pilih ke Neraka saja”,

sesampainya di neraka dia kaget karena yang ada cuma api melulu. akhirnya dia protes ke malaikat.
“Gimana nich kok enggak sama dengan dilayar monitor?”,Protes Bill Gates.

“Seharusnya anda login dulu,tadi kan cuma screen savernya saja”,kata malaikat

Sorry yg sudah pernah dengar joke diatas. Terlepas plus-minusnya seorang Bill Gates dia telah menjadi seorang legenda.

(Dikutip dari http://pristobenk.wordpress.com/page/2/)

Written by ndi

August 20, 2008 at 11:10 am

Posted in What's On

Bila orang IT bilang cinta

leave a comment »

a. Apa yang menarik dari lawan jenis-nya?
orang IT suka dengan user interface yang indah dan gampang digunakan.

b. bagaimana menarik perhatiannya ?
Jangan jual mahal. Karena orang2 IT tidak suka yang mahal-mahal. Buatlah diri anda shareware atau kasih
dia versi trial-nya sekali-kali.Jangan sampai di-crack. Karena kalo sampai di-crack anda akan digunakan seumur hidup
tanpa dinafkahi.

c. Apa yang membuatnya jatuh cinta?
orang IT akan jatuh cinta jika anda benar-benar powerfull,bisa diandalkan,tidak mudah ‘heng’ atau ngambek.

d. Apa yang membuatnya cepat bosan?
sesuatu yang monoton akan cepat membuat dia bosan. Anda harus menyiapkan dengan release atau versi2 yang berbeda.
mungkin tahun ini rambut anda sedikit berombak buatlah tahun depan lurus dan ganti nama anda tiap tahun dengan
menambahkan angka dibelakangnya. contoh,jika nama anda sekarang adalah Maya,maka buatlah nama anda menjadi Maya 1.1
kemudian tahun depan menjadi Maya 1.2 dan seterusnya.

e. Apa ciri-cirinya jika dia benar-benar jatuh cinta?
Jika dia bersama anda,dia akan sering bilang gini ‘Ciamik dan keren mbo…!!!” setiap kali menggunakan anda.

f. Tanda-tanda Jika dia telah bosan.
tanda-tandanya gampang,jika dia jarang menggunakan anda dan mulai mencari alternatif lain.tidak usah bingung
sudah saatnya anda meninggalkan dia. tetaplah anda jadi multiuser.

g. Bagaimana sebenarnya yang ada dipikiran orang-orang IT?
–orang IT selalu menilai seseorang dari sistem operasinya.
–Jika anda menggunakan Windows,maka berarti anda mudah digunakan,user interface yg lumayan indah. Tetapi
banyak bug-nya.
–Jika anda menggunakan Linux. Maka anda adalah orang-orang yang berbiaya rendah. Mau diajak susah dan yang pasti
sering menyusahkan juga.
–Jika anda menggunakan Mac OS. Ciri-cirinya adalah anda sangat menarik tetapi sangat mahal.
–jika menggunakan Unix. Kelihatanya biasa-biasa saja tetapi ternyata multiuser!

(Dikutip dari http://pristobenk.wordpress.com/page/2/)

Written by ndi

August 20, 2008 at 11:07 am

Posted in What's On

Apa yang bisa kita pelajari dari kisah Google

leave a comment »

cover buku

Banyak kisah menarik dari awal berdirinya google sampai menjadi sebuah perusahaan besar . Buku karangan David A. Vise dan Mark Malseed dengan judul ‘Kisah Sukses Google’ terbitan Gramedia banyak mengungkap kisah-kisah awal mula mesin pencari Google terbentuk hingga sejumlah rintangan yang harus dihadapi dalam oleh para pendiri Google yaitu Larry Pages dan Sergey Brin dalam rangka mewujudkan impian mereka. Mungkin anda belum tahu bahwa istilah Google adalah istilah yang salah tulis. Sebenarnya awal mulanya adalah diberi nama Googol yang berarti angka yang sangat besar yaitu angka satu dan diikuti dengan 100 angka nol dibelakangnya. Karena sudah terlanjur didaftarkan sebagai nama domain mereka, maka nama google adalah nama yang dipakai sampai sekarang.

o_googlebrin_and_page.jpg

Sergey Brin dan Larry Page ( dua pendiri Google)

Buku seharga 75 ribu dan setebal 370 halaman ini memuat cerita-cerita menarik yang bias kita ambil manfaatnya yaitu:

  1. Semangat kerja keras dan pantang menyerah

Pada awal mula Google berdiri, Larry dan Sergey harus mengumpulkan komputer-komputer bekas untuk memenuhi kebutuhan server mereka. Mereka rela bekerja di garasi yang mereka sewa dan bekerja disana siang dan malam.

Ketika mesin pencari yang mereka berhasil dan sukses dibandingkan dengan saingan mereka, tidak serta merta kesuksesan financial ada pada pihak mereka. Pada mulanya Google pernah ditawarkan ke Altavista seharga satu juta dollar tetapi ditolak. Dan pernah juga ditawarkan ke Yahoo tetapi ditolak juga, padahal sekarang Google adalah penyuplai data terbesar ke Yahoo untuk menyediakan data kedalam mesin pencarian mereka.

Juga ketika mereka sudah mendapatkan modal tidak serta merta Google langsung mendapatkan keuntungan. Lebih dari 1 tahun google tidak menghasilkan apa-apa. Baru seteleh ditemukannya system periklanan baru dalam mesin pencarian mereka, Google mulai menghasilkan banyak uang ke pundi-pundi mereka.

2. Kumpulkan pengguna baru kumpulkan uang

Ini menurut saya adalah strategi yang paling bagus yang mereka ambil. Google tidak pernah memungut biaya untuk menggunakan mesin pencari mereka. Mereka bebas memakainya. Seperti teleivisi dan radio,semua bebas menikmatinya. Semakin banyak penggunanya semakin banyak pula pemasang iklan yang akan meminatinya, dan inilah yang telah dilkukan Google. Tidak seperti vendor-vendor lainnya yang mengharuskan membayar sekian dollar untuk produk-produk mereka ,tetapi Google mengratiskannya. Seperti Google Destop dan Google Earth yang bebas untuk dipakai oleh siapa saja.

3. Inovasi tiada henti

Google adalah tempat para pakar memikirkan bagaimana memecahkan masalah terlebih dahulu baru kemudian memikirkan produk. Baru setelah produk jadi mereka boleh bingung bagaimana menjual produk mereka.

4. Hargai karyawan

Ini adalah keputusan yang hebat lainnya yang diambil para pendiri Google dalam rangka menciptakan suasana kerja di tempat mereka yang sering disebut Googleplex. Di kantor Google, para programmernya masih sempat bermain bilyard,para assistennya masih sempat makan cemilan. Bahkan Google menyediakan koki khusus untuk menyiapkan makan siang mereka. Tiap hari selalu ada menu istimewa.

Semua karyawan diberlakukan seperti keluarga, makan siang gratis, minuman keseatan cuma-Cuma, layanan binatu, peñata rambut, dokter umum, dokter gigi, tukang cuci mobil, tempat penitipan anak, fasilitas kebugaran lengkap dengan pelatihnya,tukang pijat.

Sarana dan prasarananya juga dibangun seperti volley pantai, futsal dan hoki sepatu roda. Untuk antar jemput karyawannya Google menyediakan bis antar jemput yang dilengkapi internet wireless dengan akses cepat. Jadi sewaktu-waktu para programmernya bisa langsung kerja.

5. Don’t be evil

Apa yang membedakan Google dengan mesin-mesin pencari lainnya adalah kejujurannya. Jika mesin pencari lainnya pada mulanya adalah hasil pencarian yang menduduki rangking paling atas adalah yang membayar yang paling tinggi, sedangkan Google tidak. Hasil pencarian Google yang menduduki paling atas adalah situs-situs yang paling banyak direferensikan oleh situs-situs lainnya. Sistem ini disebut PageRank (mungkin diambil dari nama belakang dari Larry Page).

Google selalu memisahkan antara hasil pencarian Google sendiri dengan iklan-iklan yang ada keterkaitannya dengan pencarian.

Dalam sejarah penemuan kapitalis yang kaya raya, Thomas A. Edison membutuhkan waktu seperampat abad untuk menemukan bola lampu, Alexander Graham Bell memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mengembaangkan telepon. Henry Ford memerlukan waktu 10 tahun lebih untuk menemukan methode perakitan mobil sehingga bias dijual secara masssal,Thomas Jr harus bekerja keras juga bertahun-tahun supaya IBM dapat meluncurkan computer modern, tetapi Google hanya memerlukan waktu 5 tahun!.

(Dikutip dari http://pristobenk.wordpress.com/page/2/)

Written by ndi

August 20, 2008 at 10:38 am

Posted in What's On

Kuantitas Menciptakan Kualitas…

leave a comment »

Mungkin anda menyangka , para genius besar hanya menghasilkan satu ide sempurna kemudian dilanjutkan dengan ide –ide sempurna lainnya. Ternyata tidak! Mereka menghasilkan banyak ide / produk yang banyak jumlahnya. Dan diantaranya (sebagian besar) bukanlah ide/produk yang tidak sempurna. Mereka berusaha menumpakan ide-ide, apa pun kualitasnya. Dari semua ide yang tidak cemerlang inilah sebagai proses munculnya ide cemerlang.

Sebagai contoh seperti Thomas Alpha Edison melakukan 9000 percobaan untuk menyempurnakan bola lampunya dan lebih dari 5000 percobaan untuk menemukan aki.

Proses pemunculan ide yang kreatif adalah mirip dengan penambangan emas. Hanya beberapa biji emas saja yang terdapat diantara ribuan batu pasir di dasar sungai.

(Dikutip dari http://pristobenk.wordpress.com/)

Written by ndi

August 20, 2008 at 10:31 am

Posted in What's On